
HAPPY BIRTHDAY 3th MY PSYCHOLOGY…
Tiga tahun berlalu…
Mereka bilang, tiga tahun belakangan penuh arti. Mereka bilang, tiga tahun belakangan penuh perjuangan. Mereka bilang, tiga tahun belakangan penuh rintangan.
Aku bilang, tiga tahun belakangan hidupku biasa-biasa saja. Aku bilang, tiga tahun belakangan aku juga berjuang. Hanya saja, perjuanganku mungkin berbeda dengan mereka. Aku bilang, tiga tahun belakangan rintangan yang kuhadapi tak sama dengan rintangan yang mereka hadapi.
Kau tahu kenapa?
Karena aku tak pernah tahu seberapa besarnya arti psychology ini untuk mereka dan aku. Karena aku tak pernah ikut serta memperjuangkan psychology ini bersama mereka. Karena aku tak pernah tahu rintangan apa itu. Karena aku tak tahu apa-apa tentang psychology ini tiga tahun belakangan, meskipun nyaris satu tahun aku di sini, tempat ini sebagai jembatan menuju ciita-citaku.
Semua bukanlah salah mereka, juga bukan salahku. Bukan salah siapa-siapa. Aku pernah beberapa kali bertanya pada mereka tentang apa yang terjadi di tahun-tahun awal. Semua. Tapi, yang kudapat bukanlah sebuah jawaban yang pasti. Mungkin mereka hanya tidak mau mengungkit masa lalu yang katanya kelam itu. Mungkin juga, aku bertanya pada orang yang kurang tepat. Pada perayaan ulang tahun ketiga ini pun, paparan sejarah itu juga tak tersampaikan.
Jika psychology adalah kue yang utuh seperti ini, mungkin aku tak terlihat di sana.
Kutanyakan pada semua, kapan aku tahu besarnya perjuangan mereka dulunya untuk psychology ini?
Oke, di ulang tahun ketiga ini, aku memang ikut merayakannya. Ikut-ikutan, maksudnya. Mereka tertawa, aku ikut tertawa. Mereka bersenang hati, aku juga. Mereka bersorak gembira, aku juag bersorak. Tapi, tahukah kau? Tak ada perenungan dalam diriku, aku tak tahu apa atribusi di balik tawaku. Entahlah, aku (serasa) memakai topeng. Tak peduli dengan tema kali ini “Open Your Mask”.

Ribuan harap berlimpah seolah tak cukup hanya dengan ditulis di bentangan kain ini.

Banyak yang mengucapkan “Selamat Ulang Tahun”. Lucu juga ya, mengucapkannya pada diri sendiri. Kurasa, aku tak perlu mengucapkannya. Hanya sebuah doa untuk cita-cita kutulis di bentangan kain itu. Entah siapa yang paham maknanya.

Tapi, kuhargai semua ini. Sebuah langkah awal yang baik. Bukannya tidak mungkin satu hari lagi, satu bulan lagi, atau satu tahun lagi, semua menyadari, semua merenung untuk psychology ini.